A. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan pada praktikum ini adalah untuk mengetahui struktur morfologi dan anatomi pada kelas reptil.
B. Dasar teori
Hewan pertama yang benar-benar merupakan hewan daratan adalah reptilia. Mereka berkembang dari amfibia dalam zaman karbon. Dengan datangnya zaman perm, mereka lebih mampu mengatasi keadaan baru dari pada amfibia. Kelebihan utama reptilia yang paling awal (reptil “batang” atau kotilosaurus) terhadap amfibia ialah berkembang, telur yang bercangkang dan berisi kuning telur yang dapat diletakkan di tanah tanpa kemungkinan menjadi kering (Kimball, 1983).
Reptilian adalah vertebrata dengan kulit kering. Reptilian kadang-kadang diberi nama sebagai hewan “berdarah dingin” karena mereka tidak menggunakan metabolismenya secara luas untuk mengontrol suhu tubuh. Akan tetapi, reptilia mengatur suhu tubuhnya menggunakan adaptasi perilaku. Revolusi reptilia dari nenek moyang amphibia melibatkan banyak adaptasi untuk kehidupan di darat. Telur amniotik suatu adaptasi reproduktif yang memungkinkan vertebrata darat menyelesaikan siklus kehidupannya di darat dan benar-benar meninggalkan air (Campbell, 2003).
Kelas yang termasuk reptilia adalah kadal dan ular (ordo Squamata), kura-kura dan penyu (ordo Chelonia), buaya dan aligator (ordo Crococilia), tuatara atau Spenodon punctatum (ordo Rhychocephalia). Keempat ordo ini merupakan wakil yang representatif dari 14 ordo yang diketahui berkembang pada zaman mesozoikum yang merupakan zaman dominasi reptilia. Reptilian merupakan sekelompok vertebrata yang menyesuaikan diri di tempat yang kering di tanah. Penandukan atau cornificatio kulit dan aquama atau carpace untuk menjaga hilangnya cairan dari tubuh pada tempat yang kering atau panas. Nama kelas ini diambil dari model cara hewan berjalan (Latin: reptum = melata atau merayap) dan studi tentang reptilia disebut Herpetology (Yunani: creptes = reptil) (Jasin, 1992).
Tiga ordo reptilia hidup yang tersebar dan paling beranekaragam (dengan jumlah total sekitar 6500 spesies) adalah Chelonia (kura-kura), Squamata (kadal dan ular), dan Crocodilia (aligator dan buaya). Kadal adalah reptilia yang paling banyak jumlahnya dan beranekaragam yang masih hidup saat ini. Sebagian besar diantaranya berukuran relative kecil, mungkin mereka mampu bertahan hidup melewati “bencana” Kretaseus dengan cara bersarang di lubang dan menurunka aktivitasnya selama musim dingin, satu aktivitas yang masih dilakukan oleh kadal modern (Campbell, 2003).
Reptilia dengan skeleton yang sebagian bermodifikasi menjadi karapaks (perisai dorsal) dan plastron (perisai ventral). Rahang-rahang tidak bergigi, tetapi berzat tanduk. Hidup di laut, di air tawar atau di darat. Tubuh lebar, karapaks keras dan bersatu disisi tubuh dengan pkastron. Perisai tertutup dengan skutum polygonal. Tulang kuadrat tidak dapat digerakkan. Rusuk-rusuk bersatu dengan perisai dorsal. Anus berupa celah melintang. Ovivar, telur diletakkan dalam lubang-lubang galian yang dibuat hewan betina (Mukayat, 1989).
C. Metode Praktikum
1. Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilakukannya praktikum ini adalah sebagai berikut:
Hari/ Tanggal : Senin/ 16 Desember 2013
Pukul : 08.00 – 10.00 WITA
Tempat : Laboratorium Basic Lantai I
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar,
Samata-Gowa.
2. Alat dan bahan
a. Alat
Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu papan seksi, alat seksi satu set.
b. Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah ular sawah (Phyton reticulatus), tokek (gecko gecko).
3. Cara Kerja
Adapun cara kerja yang dilakukan pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
a. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b. Mengamati bentuk-bentuk morfologi dari Phyton reticulus dan gecko gecko.
c. Menggambar bentuk morfologinya.
d. Melakukan pembedahan
e. Mengamati bentuk anatomi dari Phyton reticulus dan gecko gecko.
f. Mengamati dan mencari letak dan bentuk dari sistem organ.
g. Mengamati sistem pencernaannya.
h. Mengamati sistem pernapasannya.
i. Menggambar anatomi dan mewarnainya.
D. Hasil dan Pembahasan
1. Hasil Pengamatan
Adapun hasil pengamatan yang diperoleh pada praktikum ini yaitu sebagai berikut:
a. Ular sawah (Phyton reticulus)
1.
Morfologi
Morfologi
Keterangan:
1. Mulut (Cavum oris)
2. Hidung (Nostril)
3. Mata (Visus)
4. Badan ular
5. Ekor (Caudal)
2.
Anatomi
Anatomi
Keterangan:
1. Jantung (Cor)
2. Hati (Hepar)
3. Paru-paru (Pulmo)
4. Lambung (Ventriculus)
5. Usus halus (Intestinum tinue)
6. Usus besar (Intestinum renum)
7. Ginjal (Ren)
8. Rektum
3. Sistem sirkulasi
Keterangan:
1. Paru-paru (Pulmo)
2. Serambi kiri
3. Aorta
4. Bilik
5. Serambi kanan
4.
Sistem pencernaan
Sistem pencernaan
Keterangan:
1. Kerongkongan (Eshopagus)
2. Hati (Hepar)
3. Empedu
(Vesica fellea)
4. Lambung (Ventriculus)
5. Usus (Intestinum)
6. Kloaka (Cloaca)
5.
Sistem respirasi
Sistem respirasi
Keterangan:
1. Larink
2. Trakea
3. Brancus
4. branchiolus
6. Sistem reproduksi
Keterangan:
1. Testis
2. Vas deverens
3. Kloaka
b. Tokek (Gecko gecko)
1.
Morfologi
Morfologi
Keterangan:
1. Mulut (Cavum oris)
2. Hidung (Nares)
3. Mata (Visus)
4. Selaput kaki (Membran tymphani)
5. Jari-jari (Digity)
6. Tungkai depan (Eksterminitas anterior)
7. Paha (Femur)
8. Tungkai belakang (Eksterminitas anterior)
9. Kloaka
10. Ekor (caudal)
2.
Anatomi
Anatomi
Keterangan:
1. Jantung (Cor)
2. Paru-paru (Pulmo)
3. Hati (Hepar)
4. Lambung (Ventriculus)
5. Ginjal (Ren)
6. Usus besar (Intestinum crassum)
7. Usus halus (Intestinum tinue)
8. Kloaka (Cloaca)
3. Sistem sirkulasi
Keterangan:
1. Paru-paru (Pulmo)
2. Serambi kiri
3. Aorta
4. Bilik
5. Serambi kanan
4. Sistem pencernaan
1. Kerongkongan (Eshopagus)
2. Hati (Hepar)
3. Empedu
(Vesica fellea)
4. Lambung (Ventriculus)
5. Usus (Intestinum)
6. Kloaka (Cloaca)
5.
Sistem respirasi
Sistem respirasi
Keterangan:
1. Larink
2. Trakea
3. Brancus
4. branchiolus
6.
Sistem reproduksi
Sistem reproduksi
Keterangan:
1. Testis
2. Vas deverens
3. Kloaka
2. Pembahasan
a. Ular sawah (Phyton reticulus)
1. Morfologi
Pada bagian morfologi ular terdapat mulut, hidung, mata, badan ular dan ekor. Dimana di dalam mulut ular terdapat lidah yang berfungsi sebagai alat penciuman dan gigi untuk menahan makanan ketika ditelan bukan sebagai pengunyah makanan. Pada hidung ular hanya digunakan untuk bernafas bukan sebagai alat indera penciuman. Ular tidak memiliki daun telinga dan gendang telinga. Matanya selalu terbuka dan dilapisi selaput tipis sehingga mudah melihat gerakan disekelilingnya, namun tidak dapat memfokuskan pandangannya dan dapat melihat jelas dalam jarak dekat. Pada badan ular terdapat sisik yang berfungsi untuk melindungi tubuh, membantu pergerakan ular, mempertahankan kelembapan, dan berguna dalam kamuflase dan mengubah penampilan. Bentuk tubuh ular adalah bulat panjang seperti tali, tidak memiliki kaki dan bergerak dengan otot perut yang juga dibantu dengan ekornya.
2. Anatomi
Pada bagian anatomi ular (Phyton reticulus) terdapat jantung (Cor), hati (hepar), paru-paru (Pulmo), lambung (Ventriculus), usus halus (Intestinum tinue), usus besar (Intestinum renum), ginjan (Ren) dan rektum. Pada bagian anatomi ini pula terdapat berbagai sistem organ yakni sistem sirkulasi, sistem pencernaan, sistem respirasi, sistem reproduksi dan sistem eksresi.
3. Sistem sirkulasi
Sistem sirkulasi atau peredaran darah pada ular yaitu ganda tertutup yaitu dua kali melewati jantung dan darah tidak keluar dari pembuluh darah. Darah yang datang dari seluruh tubuh akan masuk pada bagian atrium kanan yang membawa darah dari seluruh tubuh yang kaya akan karbondioksida dan setelah itu akan mengalir ke bagian ventrikel kanan yang kemudian akan di pompa ke paru-paru untuk melakukan pertukaran oksigen dan karbondioksida. Kemudian proses kedua dalam sirkulasi yaitu darah yang telah banyak mengandung oksigen akan di pompa kembali ke atrium kiri dan dari atrium kiri akan mengalir ke dalam ventrikel kiri yang kemudian darah akan di pompa ke seluruh tubuh untuk proses metabolisme dan kebutuhan sel lainnya. Paru-paru berfungsi untuk mengambil oksigen dari udara melalui proses pernafasan. Serambi kiri berfungsi untuk menerima darah “bersih” dari paru-paru untuk dialirkan ke bilik kiri jantung. Sedangkan serambi kanan berfungsi menerima darah “kotor” dari seluruh tubuh melalui vena cava atas dan bawah untuk dialirkan ke bilik kanan jantung. Dan aorta yang berfungsi untuk menahan derasnya aliran darah yang keluar dari jantung.
4. Sistem pencernaan
Pada belakang faring terdapat kerongkongan (Esophagus) yang merupakan saluran silindris menuju Ventriculus yang terdiri atas bagin fundus yang agak bulat dan bagian kecil disebut Pyloris. Bagian ini akan bersambung dengan intesinum tenue (usus halus) dan akan berlanjut di intestinum crasum (usus besar) yang biasa disebut rectum. Diantara kedua intestinum terdapat saecum yang pendek, dan pada akhirnya rectum bermuara pada kloaka. Kloaka merupakan muara umum dari tractus digestive dan reproduktif. Kerongkongan berfungsi sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung. Hati berfungsi untuk menyimpan glikogen. Empedu berfungsi untuk menetralkan zat-zat asing dalam tubuh. Lambung berfungsi untuk membantu mencerna makanan. Usus berfungsi untuk menyerap sari makanan dan kloaka berfungsi sebagai lubang pengeluaran sisa pencernaan.
5. Sistem respirasi
Ketika makanan melewati kerongkongan, otot-ototnya dapat merenggang sampai serenggang-renggangnya. proses penelanan ini biasanya memakan waktu yang cukup lama. sehingga, ketika ular menelan mangsa, glotisnya maju ke depan, ini membuatnya tetap dapat bernafas. ular juga memiliki asam lambung yang sangat pekat. sehingga, mangsa mudah hancur ketika masuk ke dalam lambung. Laring berfungsi untuk menyaring benda asing. Trakea berfungsi sebagai tempat perlintasan udara setelah melewati saluran pernafasan. Bronkus berfungsi sebagai sebagai saluran pernafasan atau tempat lewat udara yang dihisap. Brankiolus berfungsi sebagai jalan nafas dan terjadi pertukaran udara.
6. Sistem reproduksi
Sistem reproduksi secara internal yaitu terjadi di dalam tubuh induknya. Setelah proses vertilisasi terjadi maka akan terbentuk telur yang kemudian akan menetas dan mengeluarkan anaknya. Sistem reproduksi seperti ini yang disebut sebagai ovovivipar atau bertelur melahirkan. Sedangkan ada beberapa kelas reptil yang reproduksinya secara ovipar yaitu dengan bertelur, kemudian perkembangan embrionya akan terjadi diluar tubuh induknya. Testis berfungsi untuk menghasilkan hormon testosteron dan kloaka yang berfungsi sebagai lubang pengeluaran sisa pencernaan.
7. Klasifikasi
Adapun klasifikasi dari Phyton reticulus adalah sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Pythonidae
Genus : Python
Spesies : P. reticulatus
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Pythonidae
Genus : Python
Spesies : P. reticulatus
b. Tokek (Gecko gecko)
1. Morfologi
Secara morfologi, tokek memiliki warna kulit yang beragam, dari abu kebiruan hingga kecoklatan, yang dihiasi dengan bintik-bintik berwarna merah hingga jingga. Mulutnya berfungsi untuk menangkap serangga. Hidung sebagai saluran tempat masuk udara. Tokek memiliki mata besar untuk membantu penglihatan pada malam hari mereka. Tokek juga memiliki bantalan pengisap atau scansor di jari-jari kakinya. Scansor tersebut membuat tokek mampu berjalan di dinding dan permukaan licin sekalipun dengan tetap menempel dipermukaannya. Bentuk pangkal ekor tokek cenderung membulat, dengan enam baris bintil di atasnya yang terlihat belang. Kloaka sebagai lubang pengeluaran sisa pencernaan dan ekor berfungsi sebagai kaki kelima saat merayap di dinding.
2. Anatomi
Adapun anatomi yang terdapat dalam tubuh tokek adalah Pada bagian anatomi ular (Phyton reticulus) terdapat jantung (Cor), hati (hepar), paru-paru (Pulmo), lambung (Ventriculus), usus halus (Intestinum tinue), usus besar (Intestinum renum), ginjan (Ren) dan kloaka. Pada bagian anatomi ini pula terdapat berbagai sistem organ yakni sistem sirkulasi, sistem pencernaan, sistem respirasi, sistem reproduksi dan sistem eksresi.
3. Sistem sirkulasi
Sistem sirkulasi atau peredaran darah pada ular yaitu ganda tertutup yaitu dua kali melewati jantung dan darah tidak keluar dari pembuluh darah. Darah yang datang dari seluruh tubuh akan masuk pada bagian atrium kanan yang membawa darah dari seluruh tubuh yang kaya akan karbondioksida dan setelah itu akan mengalir ke bagian ventrikel kanan yang kemudian akan di pompa ke paru-paru untuk melakukan pertukaran oksigen dan karbondioksida. Kemudian proses kedua dalam sirkulasi yaitu darah yang telah banyak mengandung oksigen akan di pompa kembali ke atrium kiri dan dari atrium kiri akan mengalir ke dalam ventrikel kiri yang kemudian darah akan di pompa ke seluruh tubuh untuk proses metabolisme dan kebutuhan sel lainnya. Paru-paru berfungsi untuk mengambil oksigen dari udara melalui proses pernafasan. Serambi kiri berfungsi untuk menerima darah “bersih” dari paru-paru untuk dialirkan ke bilik kiri jantung. Sedangkan serambi kanan berfungsi menerima darah “kotor” dari seluruh tubuh melalui vena cava atas dan bawah untuk dialirkan ke bilik kanan jantung. Dan aorta yang berfungsi untuk menahan derasnya aliran darah yang keluar dari jantung.
4. Sistem pencernaan
Pada belakang faring terdapat kerongkongan (Esophagus) yang merupakan saluran silindris menuju Ventriculus yang terdiri atas bagin fundus yang agak bulat dan bagian kecil disebut Pyloris. Bagian ini akan bersambung dengan intesinum tenue (usus halus) dan akan berlanjut di intestinum crasum (usus besar) yang biasa disebut rectum. Diantara kedua intestinum terdapat saecum yang pendek, dan pada akhirnya rectum bermuara pada kloaka. Kloaka merupakan muara umum dari tractus digestive dan reproduktif. Kerongkongan berfungsi sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung. Hati berfungsi untuk menyimpan glikogen. Empedu berfungsi untuk menetralkan zat-zat asing dalam tubuh. Lambung berfungsi untuk membantu mencerna makanan. Usus berfungsi untuk menyerap sari makanan dan kloaka berfungsi sebagai lubang pengeluaran sisa pencernaan.
5. Sistem respirasi
Ketika makanan melewati kerongkongan, otot-ototnya dapat merenggang sampai serenggang-renggangnya. proses penelanan ini biasanya memakan waktu yang cukup lama. sehingga, ketika ular menelan mangsa, glotisnya maju ke depan, ini membuatnya tetap dapat bernafas. ular juga memiliki asam lambung yang sangat pekat. sehingga, mangsa mudah hancur ketika masuk ke dalam lambung. Laring berfungsi untuk menyaring benda asing. Trakea berfungsi sebagai tempat perlintasan udara setelah melewati saluran pernafasan. Bronkus berfungsi sebagai sebagai saluran pernafasan atau tempat lewat udara yang dihisap. Brankiolus berfungsi sebagai jalan nafas dan terjadi pertukaran udara.
6. Sistem reproduksi
Sistem reproduksi secara internal yaitu terjadi di dalam tubuh induknya. Setelah proses vertilisasi terjadi maka akan terbentuk telur yang kemudian akan menetas dan mengeluarkan anaknya. Sistem reproduksi seperti ini yang disebut sebagai ovovivipar atau bertelur melahirkan. Sedangkan ada beberapa kelas reptil yang reproduksinya secara ovipar yaitu dengan bertelur, kemudian perkembangan embrionya akan terjadi diluar tubuh induknya. Testis berfungsi untuk menghasilkan hormon testosteron dan kloaka yang berfungsi sebagai lubang pengeluaran sisa pencernaan.
7. Klasifikasi
Adapun klasifikasi dari Gecko gecko adalah sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Gekkonidae
Genus : Gekko
Spesies : Gecko gecko
E. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah pada bagian morfologi Phyton reticulus terdapat mulut (Cavum oris), hidung (Nares), Mata (Visus), dan ekor (Caudal). Sedangkan pada anatomi Phyton reticulus terdapat kerongkongan (Eshopagus), Jantung (Cor), paru-paru, hati (Hepar), kantung udara, empedu lambung (Ventriculus), usus (Intestinum), ginjal (Ren), dan kloaka. Pada morfologi Gecko gecko terdapat mulut (Cavum oris), hidung (Nares), mata (Visus), dan ekor (Caudal). Sedangkan pada anatomi Gecko gecko terdapat kerongkongan (Eshopagus), Jantung (Cor), paru-paru, hati (Hepar), kantung udara, empedu, lambung (Ventriculus), usus (Intestinum), ginjal (Ren), dan kloaka. Pada Phyton reticulus dan Gecko gecko terdapat beberapa sistem organ yakni sistem sirkulasi dimana terdapat jantung, hati, paru-paru, lambung, usus halus, usus besar, ginjal dan rektum. Sistem pencernaan terdapat kerongkongan, hati, empedu, lambung, usus dan kloaka. Sistem respirasi terdapat laring, trakea, brankus dan brankiolus. Sistem reproduksi terdapat testis, vas deverens dan kloaka.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Mitchell. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga, 2003.
Jasin, Maskoeri. Zoologi Vertebrata. Subaya: Sinar Wijaya, 1992
Kimball. Biologi Jilid 3. Jakarta: Erlangga, 1983 .
Mukayat. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga, 1989

Tidak ada komentar:
Posting Komentar