A. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan pada praktikum ini adalah untuk mengetahui struktur morfologi dan anatomi dari kelas Mamalia yaitu hamster (Phodopus surgotus) dan kelinci (Lepus nigrocollis).
B. Dasar teori
Mamalia merupakan kelompok tertinggi derajatnya dalam dunia hewan. Termasuk di dalam kelas ini adalah tikus, kelelawar, kucing, kera, ikan paus, kuda, kijang, manusia dan lain-lain. Hampir semua tubuhnya tertutup dengan kulit yang berambut banyak atau sedikit dan berdarah panas (homotoitherm). Sebutan mamalia berdasar adanya kelenjar mamae pada hewan betina untuk menyusui anaknya yang masih muda. Pengasuhan terhadap anaknya berkembang baik sekali dan pundaknya terdapat pada manusia. Mamalia hidup diberbagai habitat mulai dari kutub sampai daerah ekuator, dari dasar laut sampai hutan lebat dan gurun pasir. Banyak yang hidup secara nocturnal dan banyak juga yang hidup secara diurnal (Jasin, 1992).
Mamalia berkembang dari leluhur reptilia lebih awal dari burung. Fosil tertua yang diyakini merupakan mamalia yang berumur 220 juta tahun, kembali ke masa trias. Leluhur mamalia merupakan salah satu diantara hewan terapsida yang merupakan bagian dari cabang sinapsida dari filogeni reptilia (Campbell, 2003).
Anggota gerak depan mamalia dapat bermodifikasi untuk berlari, menggali lubang, berenang, dan terbang. Pada jari-jarinya terdapat kuku, cakar atau tracak. Pada kulit terdapat banyak kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Gigi umumnya terbagi menjadi empat tipe yaitu gigi seri, taring, premolar dan molar. Dibandingkan dengan kondisi vertebrata lainnya, jumlah tulang tengkorak mamalia banyak yang tereduksi (Mukayat, 1989).
Mamalia hidup diberbagai habitat mulai dari kutub sampai dengan equator. Mulai dari gurun-gurun pasir, hutan lebat sampai dasar laut, banyak hidup secara diurnal. Spesies tertentu sebagai hewan paus yang diburu, dan spesies lainnya jinak. Beberapa pemakan daging (carnivora), sebagai hewan pengerat, sebagai pemakan biji-bijian dan buah-buahan serta beberapa sumber penyakit. Hewan ternak memiliki peranan yang sangat penting bagi manusia karena merupakan bahan makanan, bahan pakaian dan alat transportasi. Mamalia memiliki ciri-ciri khusus tubuh yang biasanya diliputi oleh bulu atau rambut yang lepas secara periodik (Jasin, 1992).
Diperkirakan bahwa mamalia pertama timbul pada akhir zaman trias dari moyang terapsida. Mereka merupakan hewan kecil yang sangat aktif yang makanannya terutama terdiri atas insecta. Kehidupan uang aktif ini berhubungan dengan kemampuannya untuk memelihara suhu badan yang tetap (homeotarmi). Seperti halnya dengan burung yang tidak tampak sampai zaman jura. Hal ini berkaitan dengan perkembangan jantung beruang empat dan pemisahan sempurna dari peredaran darah oksigen dan sistem konservasi panas tubuh dimungkinkan dengan perkembangan rambut. Sementara mamlia yang paling awal bertelur seperti moyang reptilia, anaknya setelah menetas diberi makan dengan susu yang disekresikan oleh kelenjar-kelenjar dalam kulit induknya (Kimball, 2005).
C. Metode Praktikum
1. Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilakukannya praktikum ini adalah sebagai berikut:
Hari/ Tanggal : Senin/ 30 Desember 2013
Pukul : 08.00 – 10.00 WITA
Tempat : Laboratorium Biologi Dasar Lantai I
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Samata-Gowa.
2. Alat dan bahan
a. Alat
Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu alat seksi satu set, papan seksi dan pisau.
b. Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah hamster (Phodopus surgotus) dan kelinci (Lepus nigrocollis).
3. Cara Kerja
Adapun cara kerja yang dilakukan pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
a. Mengamati morfologi hamster (Phodopus surgotus) dan kelinci (Lepus nigrocollis) yang terdiri dari bagian kepala, badan serta anggota badan.
b. Membuat gambar tubuh secara utuh. Menunjukkan nama-nama bagian yang disebutkan.
c. Melakukan pembedahan untuk melihat anatomi tubuh dengan menggunakan pisau.
d. Mengamati organ-organ yang menyusun sistem pencernaan, sistem respirasi, mengamati rongga mulut, susunan otot dan tulang.
e. Menggambar alat-alat tersebut secara skematis.
D. Hasil dan Pembahasan
1. Hasil Pengamatan
Adapun hasil pengamatan yang diperoleh pada praktikum ini yaitu sebagai berikut:
a. Hamster (Phodopus surgotus)
1.
Morfologi
Morfologi
Keterangan:
1. Mata (Organum visus)
2. Daun telinga (Pinae)
3. Punggung (Dorsal)
4. Ekor (Caudal)
5. Anus
6. Kaki (Pes)
7. Perut (Abdomen)
8. Ekstremitas posterior
9. Mulut (Cavum oris)
10. Hidung (Nares eksternal)
2.
Anatomi
Anatomi
Keterangan:
1. Kerongkongan (Esophagus)
2. Jantung (Cor)
3. Paru-paru (Pulmo)
4. Hati (Hepar)
5. Lambung (Ventriculus)
6. Pankreas (Pancreas)
7. Usus halus (Intestinum tenue)
8. Usus besar (Intestinum crassum)
9. Kantung kemih
10. Anus
11. Testis
12. Ginjal (Ren)
3. Sistem organ
a.
Sistem pencernaan
Sistem pencernaan
Keterangan:
1. Kerongkongan (Esophagus)
2. Lambung (Ventriculus)
3. Usus halus
(Intestinum tenue)
4. Usus besar
(Intestinum crassum)
5. Anus
6. Kantung empedu
7. Hati (Hepar)
b.
Sistem respirasi
Sistem respirasi
Keterangan:
1. Arteri paru-paru
2. Alveolus
3. Kapiler darah
4. Bronkiolus
5. Vena paru-paru
c.
Sistem sirkulasi
Sistem sirkulasi
Keterangan:
1. Kapiler darah
2. Atrium kiri
3. Ventrikel kiri
4. Aorta
5. Sistem kapiler
6. Vena
7. Ventrikel kanan
8. Atrium kanan
d.
Sistem reproduksi
Sistem reproduksi
Keterangan:
1. Kelenjar prospat
2. Vas deverens
3. Testis
e.
Sistem eksresi
Sistem eksresi
keterangan:
1. Glomerulus
2. Arteri ginjal
3. Vena portal ginjal
4. Ginjal (Ren)
b. Kelinci (Lepus nigrocollis)
1.
Morfologi
Morfologi
Keterangan:
1. Mata (Organum visus)
2. Daun telinga (Pinae)
3. Punggung (Dorsal)
4. Ekor (Caudal)
5. Anus
6. Kaki (Pes)
7. Perut (Abdomen)
8. Ekstremitas posterior
9. Mulut (Cavum oris)
10. Hidung (Nares eksternal)
2.
Anatomi
Anatomi
Keterangan:
1. Kerongkongan (Esophagus)
2. Jantung (Cor)
3. Paru-paru (Pulmo)
4. Hati (Hepar)
5. Lambung (Ventriculus)
6. Pankreas (Pancrea)
7. Usus halus (Intestinum tenue)
8. Usus besar (Intestinum crassum)
9. Kantung kemih
10. Anus
11. Testis
12. Ginjal (Ren)
3. Sistem organ
a.
Sistem pencernaan
Sistem pencernaan
Keterangan:
1. Kerongkongan (Eshopagus)
2. Lambung (Ventrikulus)
3. Usus halus (Intestinum tenue)
4. Usus besar (Intestinum crassum)
5. Anus
6. Kantong empedu
7. Hati (Hepar)
b.
Sistem respirasi
Sistem respirasi
Keterangan:
1. Arteri paru-paru
2. Alveolus
3. Kapiler darah
4. Bronkiolus
5. Vena paru-paru
c.
Sistem sirkulasi
Sistem sirkulasi
Keterangan:
1. Kapiler darah
2. Atrium kiri
3. Ventrikel kiri
4. Aorta
5. Sistem kapiler
6. Vena
7. Ventrikel kanan
8. Atrium kanan
d.
Sistem reproduksi
Sistem reproduksi
Keterangan:
1. Kelenjar prospat
2. Vas deverens
3. Testis
e.
Sistem eksresi
Sistem eksresi
keterangan:
1. Glomerulus
2. Arteri ginjal
3. Vena portal ginjal
4. Ginjal (Ren)
2. Pembahasan
a. Hamster (Phodopus surgotus)
1. Morfologi
Pada morfologi hamster terdapat mata, warna mata hamster terbagi menjadi beberapa tipe, yakni merah, hitam, kombinasi merah serta kombinasi hitam. Hidungya berukuran kecil, meskipun begitu, hamster merupakan hewan yang memiliki indera penciuman yang sangat tajam. Telinganya kecil dan pendek, tetapi pendengarannya sangat tajam. Tubuhnya relatif kecil. Tubuhnya kuat dan lentur dan bulu yang lebat juga halus disekujur tubuhnya. Ekornya sangat pendek, selain ekor, kakinya pun terbilang pendek tetapi cukup kuat..
2. Anatomi
Hamster (Phodopus surgotus) umumnya terdapat jantung sempurna. Pernapasannya hanya dengan paru-paru. Pada hewan jantan memiliki alat kopulasi berupa penis, testis umumnya terdapat dalam scrotum yang terletak di luar abdomen. Fertilisasi terjadi di dalam tubuh, telur biasanya kecil tanpa cangkok dan tinggal dalam uterus untuk tubuh selanjutnya memuliki membran embyonica, biasanya memiliki plasenta yang menghubungkan embrio dengan dinding uterus yang digunakan untuk nutrisi dan respirasi anaknya, dan diasuh setelah lahir dan disusui.
3. Sistem organ
a. Sistem pencernaan
Pencernaan merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam sistem hidup makhluk hidup. Saluran pencernaan hamster dimulai dari mulut dan berakhir di anus. Saluran pencernaan terdiri dari mulut, kemudian kerongkongan yang terdiri dari rumen yang dikenal dengan reticulum yang merupakan lambung. Dimana lambung berfungsi sebagai penyaring benda-benda keras dan bentuknya tidak lebih besar dari rumen. Kemudian diteruskan ke usus halus yang terdiri dari duodenum, yeyenum dan ileum. Selanjutnya diteruskan ke secum, kolon, rectum dan berakhir pada anus. .
b. Sistem respirasi
Hamster bernafas diawali melalui hidung dengan menggerak-gerakkan ke bawah dan ke atas selama 12-20 menit dan akan berhenti ketika relaksasi. Mula-mula udara masuk melalui cavum oris kemudian masuk ke pharynx melalui rima glottides masuk ke larynx, kemudian masuk menuju epiglottis dan apparatus vocalis yang terdiri dari ligamentum vocal yang berada di larynx dan menuju ke trakea bercabang dua menjadi bronchi dan bercabang lagi di dalam pulmonum yang di dalamnya terdapat gelembung-gelembung alveoli yang berhubungan dengan bronchioli.
c. Sistem sirkulasi
Sistem peredaran darah pada hamster memiliki 3 komponen berupa jantung, pembuluh dan darah. Karakteristik paling menonjol dari hamster adalah percabangan lengkung aorta menjadi arteri innominator bercabang 3 yaitu arteri subklavia kanan, arteria karotis kanan dan arteri karotis kiri.
d. Sistem reproduksi
Hamster jantan memiliki testis besar sesuai dengan ukuran tubuhnya. Hamster muda lebih sulit melakukan seks. Hamster betina memiliki dua lubang tertutup, sementara hamster jantan memiliki genital dan anal lubang terbuka. Hamster melakukan pembuahan pada usia yang berbeda tergantung dari spesiesnya.
e. Sistem ekskresi
Sistem ekskresi pada hamster berupa sepasang ginjal yang terletak di daerah lumbalis sebelah atas peritoneum. Cairan urin akan keluar dari masing-masing ginjal ke bawah melalui pembuluh ureter dan ditampung sementara dalam vesika urinaria yang berkontraksi sehingga urin akan keluar melalui pembuluh uretra. Urin keluar meninggalkan ginjal melalui ductus yang disebut ureter. Selama urinasi urin meninggalkan tubuh dari kandung kemih melalui saluran yang di sebut uretra.
4. Klasifikasi
Adapun klasifikasi dari hamster (Phodopus surgotus) adalah sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Famili : Cricetidae
Genus : Phodopus
Spesies : Phodopus surgotus (Jasin, 1992).
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Famili : Cricetidae
Genus : Phodopus
Spesies : Phodopus surgotus (Jasin, 1992).
b. Kelinci (Lepus nigrocollis)
1. Morfologi
Pada morfologi kelinci terdapat mata, warna mata kelinci terbagi menjadi beberapa tipe, yakni merah, hitam, kombinasi merah serta kombinasi hitam. Hidungya berukuran kecil, meskipun begitu, kelinci merupakan hewan yang memiliki indera penciuman yang sangat tajam. Telinganya kecil dan pendek, tetapi pendengarannya sangat tajam. Tubuhnya kuat dan lentur dan bulu yang lebat juga halus disekujur tubuhnya. Ekornya sangat pendek, selain ekor, kakinya pun terbilang pendek tetapi cukup kuat dan memiliki punggung yang melengkung.
2. Anatomi
Kelinci (Lepus nigrocollis) umumnya terdapat jantung sempurna. Pernapasannya hanya dengan paru-paru. Pada hewan jantan memiliki alat kopulasi berupa penis, testis umumnya terdapat dalam scrotum yang terletak di luar abdomen. Fertilisasi terjadi di dalam tubuh, telur biasanya kecil tanpa cangkok dan tinggal dalam uterus untuk tubuh selanjutnya memuliki membran embyonica, biasanya memiliki plasenta yang menghubungkan embrio dengan dinding uterus yang digunakan untuk nutrisi dan respirasi anaknya, dan diasuh setelah lahir dan disusui.
3. Sistem organ
a. Sistem pencernaan
Pencernaan merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam sistem hidup makhluk hidup. Saluran pencernaan kelinci dimulai dari mulut dan berakhir di anus. Saluran pencernaan terdiri dari mulut, kemudian kerongkongan yang terdiri dari rumen yang dikenal dengan reticulum yang merupakan lambung. Dimana lambung berfungsi sebagai penyaring benda-benda keras dan bentuknya tidak lebih besar dari rumen. Kemudian diteruskan ke usus halus yang terdiri dari duodenum, yeyenum dan ileum. Selanjutnya diteruskan ke secum, kolon, rectum dan berakhir pada anus. .
b. Sistem respirasi
Kelinci bernafas diawali melalui hidung dengan menggerak-gerakkan ke bawah dan ke atas selama 12-20 menit dan akan berhenti ketika relaksasi. Mula-mula udara masuk melalui cavum oris kemudian masuk ke pharynx melalui rima glottides masuk ke larynx, kemudian masuk menuju epiglottis dan apparatus vocalis yang terdiri dari ligamentum vocal yang berada di larynx dan menuju ke trakea bercabang dua menjadi bronchi dan bercabang lagi di dalam pulmonum yang di dalamnya terdapat gelembung-gelembung alveoli yang berhubungan dengan bronchioli.
c. Sistem sirkulasi
Sistem peredaran darah pada kelinci memiliki 3 komponen berupa jantung, pembuluh dan darah. Karakteristik paling menonjol dari kelinci adalah percabangan lengkung aorta menjadi arteri innominator bercabang 3 yaitu arteri subklavia kanan, arteria karotis kanan dan arteri karotis kiri.
d. Sistem reproduksi
Kelinci jantan memiliki testis besar sesuai dengan ukuran tubuhnya. kelinci muda lebih sulit melakukan seks. kelinci betina memiliki dua lubang tertutup, sementara kelinci jantan memiliki genital dan anal lubang terbuka. Hamster melakukan pembuahan pada usia yang berbeda tergantung dari spesiesnya.
e. Sistem ekskresi
Sistem ekskresi pada hamster berupa sepasang ginjal yang terletak di daerah lumbalis sebelah atas peritoneum. Cairan urin akan keluar dari masing-masing ginjal ke bawah melalui pembuluh ureter dan ditampung sementara dalam vesika urinaria yang berkontraksi sehingga urin akan keluar melalui pembuluh uretra. Urin keluar meninggalkan ginjal melalui ductus yang disebut ureter. Selama urinasi urin meninggalkan tubuh dari kandung kemih melalui saluran yang di sebut uretra.
4. Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Marsupiala
Famili : Lepuridae
Genus : Lepus
Spesies : Lepus nigrocollis (Jasin, 1992).
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Marsupiala
Famili : Lepuridae
Genus : Lepus
Spesies : Lepus nigrocollis (Jasin, 1992).
E. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah berdasarkan dari morfologi tubuh hamster (Phodopus surgotus) dan kelinci (Lepus nigrocollis) terdiri atas mata (Organum visus), Daun telinga (Pinae), punggung (Dorsal), Ekor (Caudal), anus, kaki (Pes), perut (Abdomen), Ekstremitas posterior, mulut (Cavum oris), dan Hidung (Nares eksternal). Sedangkan pada bagian anatominya terdiri atas kerongkongan (Esophagus), jantung (Cor), paru-paru (Pulmo), hati (Hepar), lambung (Ventriculus), pankresa (Pancreas), usus halus (Intestinum tenue), usus besar (Intestinum crassum), kantung kemih, anus, testis dan ginjal (Ren).
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Mitchell. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga, 2003.
Jasin, Maskoeri. Zoologi Vertebrata. Subaya: Sinar Wijaya, 1992
Kimball, John W. Biologi Jilid 3. Jakarta: Erlangga, 1983 .
Mukayat. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga, 1989.